Senin, 09 Mei 2011

KREATIF ITU MENGHASILKAN UANG ?

KREATIF ITU MENGHASILKAN UANG ?

Sudahkan anda kreatif?. Hal inilah yang dibutuhkan karena, jika kalian lulus S1 nanti pasti susah untuk mendapatkan kerjaan banyak orang yang tidak meneruskan pendidikannya demi menjalankan rasa kreatifnya yang menghasilkan uang mungkin itu keputusan yang tepat bagi mereka. Karena, jaman sekarang susah sekali kita mendapatkan kerja ketika lulus kuliah dan susah mendapatkan pekerjaan yang tepat. Ini adalah waktunya kita untuk mengasah diri kita apa yang lebih dari diri kita maksudnya adakah rasa kreatif yang ada di dalam diri kita.
Jika ada maka, kita bisa gali itu semua untuk menjadikan usaha yang menghasilkan uang dan apabila itu semua sukses bukanlah kita yang bekerja dengan orang lain tapi, orang lainlah yang bekerja pada kita. Hebatkan semua ini bisa kita lakukan. Tidak, tahu kenapa justru hal yang kretiflah yang membuat kita bisa cari uang yang banyak di luar sana.
Walaupun pintar tapi tidak kreatif maka, kita tetap membutuhkan orang lain untuk memperkerjakan. Tapi, dengan kreatiflah kita bisa membuat usaha yang menguntungkan. Maka, dengan ini sudahkah anda tahu jati diri anda.

PERLUNYA MEMPERDALAM ILMU INDONESIA

PERLUNYA MEMPERDALAM ILMU INDONESIA

Kalian mungkin sudah hapal pancasila, UUD, lagu kebangsaan indonesia. Tapi, itu ketika kalian sekolah smp, sd dan sma. Ketika kalian sudah kuliah apa kalian akan dapat menghapalnya kembali dicoba deh, mungkin ada yang hapal dan bahkan ada yang lupa. Kenapa ?
Penyebab pertamanya Itu karena ketika kuliah jarang sekali ada universitas yang mengadakan upacara setiap senin pagi, dengan begitu maka, kita tidak menyanyi lagu kebangsaan lagi, menyebut satu persatu dalil-dalil pancasila, tidak lagi mendengarkan uud yang setiap kali di bawakan hanya pada saat upacara. Yang kedua kita jarang banget ada mata kuliah pendidikan pancasila paling belajarnya hanya mendengarkan dosen bicara dan kitanya nulis.
Kangen banget sama suasana upacara ketika, tujuh belas agustus dulunya ikut upacara bareng di sekolah tapi, sekarang cuma nonton di tv presiden RI dan lainnya lagi upacara. Hmm... kadang jadi merasa rasa nasionalisme di dalam diri tuch udah tidak ada lagi. Seharusnya tidak seperti inilah aturan yang dilakukan di negeri ini.



ARTIS BUKAN CITA-CITA ?

ARTIS BUKAN CITA-CITA ?
Banyak sekali di jaman sekarang ini orang-orang di luar sana yang ingin menjadi artis. Kata mereka jadi, artis itu enak , cepet kaya, cepet dapet duit yang banyak apalagi ketika udah terkenal pasti bayaran sekali manggung, sekali syuting udah menghasilkan uang yang bayak banget. Tapi, itu tidak bisa kita lakukan dengan gampang apabila kita mau jadi artis film atau sinetron kita casting sana sini dan tidak menutup kemungkinan untuk di tolak terus untuk syuting ketika awal-awal kita mencoba untuk jadi artis film atau sinetron. Untuk menjadi seorang penyanyi pertama kita manggung dulu di cafe-cafe terus datang ke label apabila lagu yang kita tidak sesuai dengan kemauan labelnya maka, kita akan ditolak.
Memang susah banget yah jadi, artis bahkan buat kaum wanitanya kita harus tampil berani dengan memakai baju yang rada minim dan hampir semua kalangan artis apabila ketemu teman cupika-cupiki padahal bukan muhrimnya.
Buat artis yang malang melintang di dunia keartisan kadang mereka cuti kerja dulu buat istirahat. Ternyata apabila sudah jadi artis istirahat itu nomor ke 8 mungkin yah. Dan kebanyakan artis menganggap itu semua kerjaannya ganya hobi aja tapi, menghasilkan uang dan kadang jika udah seneng banget didunianya mereka akan menyebut kerjaannya sebagai profesi. Namun, jadi artis itu tidak panjang juga apabila tidak naik daun lagi maka, bisa-bisa tidak dapat tawaran lagi untuk kerja. Susah juga yah jadi, artis.




Sabtu, 07 Mei 2011

TEMPAT NONGKRONG DI BOGOR

TEMPAT NONGKRONG DI BOGOR


Di jaman sekarang ini banyak sekali anak-anak muda yang selalu menyempatkan waktunya untuk berkumpul dengan teman-teman selain teman yang satu kampus juga teman yang udah ga satu sekolah lagi. Semua itu untuk dilakukan untuk menghilangkan pemikiran hal-hal yang kurang baik, juga sekalian menghilangkan rasa kangen sejenak. Banyak kita lihat itu di jakarta, bandung, bogor dan lain-lain. Tapi, sekarang saya akan membahas tentang sebagian tempat nongkrong anak-anak muda di bogor. Biasanya untuk melepas kangen pastinya kita bakalan makan bareng dengan teman lama sambil mengobrol memang ngobrol itu tidak boleh nanti bisa keselek makan yang lagi kita makan itu. Ya namanya juga anak muda jaman sekarang. Pertama ada tempat namanya MACARONI PANGGANG,di SALAK 24, BOGOR,
dari namanya aja kita udah tau pastinya jualannya macaroni panggang suka masuk televisi juga tapi dengan masalah rasa katanya biasa aja. Tapi, jarang-jarang liat makanan yang namanya unik ini. Ada juga tempat namanya Pia Apple Pie,
di Jl. Pangrango, depan nya Hotel Mirah.
Tempatnya gak jauh dari Kapulasan.,
yang jualan Apple Pie, Nasi Goreng Apple, Salad, Beverages, Yoghurt. Tempatnya cool dan cocok banget buat ngumpul bareng temen-temen.tapi, dilihat dari cara pembuatannya di televisi bahan untuk bikin pie applenya pake anggur minuman yang ga boleh di makan sama orang yang beragama islam. Mungkin menu yang lainnya tidak memakai campuran bahan tersebut dan bisa kita coba. Ada tempat namanya Met'Liefde,
di Jl Pangrango depan Hotel Mirah deket Apple Pie, yang di jual macem-macem makanan. Nah, yang ini makanannya Halal. katanya, kalau bahasa Indonya "With Love". Tempatnya hasil rehab rumah jaman Belanda, isinya masih banyak barang-barang peninggalan masa lampau termasuk foto-fotonya. Tapi tenang aja tempatnya tidak angker Malahan keren banget dengan kursi rotan & music jazznya, di tengah cafenya ada taman lagi, sejuk. Makanan & minuman oke punya mulai Japanese, European, Indonesian ada, yang pasti ada pizza yang dibakar didalam tungku tembok. Cocok banget buat ngumpul bareng teman-teman lama. Ada tempat namanya Daiji Ramen, di Villa Duta Pajajaran, yang jualan Ramen, dan masakan jepang. walaupun masakan jepang buat orang muslim tidak usah takut karena,makanannya Halal dan harus di coda ga bakalan nyesel deh. Ada tempat namanya waroeng CISANGKUY,
di Di jl pajaran, dlm komplek perumahan villa duta. jualan Yogurt, nasi goreng sosis dan lain-lain.makanannya Halal. Yang terkenal Yogurtnya hampir sama deh ama yogurtnya Cisangkuy Bandung. Tempatnya juga enak, Klo malem lebih romantis lagi, soalnya di tiap mejanya ada lilin yg khusus dinyalain. Ada tempat namanya Kafe Kebun Kita,
di Jl. Malabar No. 1 Padjajaran (sebelah Pangrango Plaza Bogor),makanannya Halal.Tempat gaul anak muda di bogor, makanannya dari yg eastern ampe western. ada hot chocolate, bebek bakarnya, dan lain-lain. Menunya Murah-murah mulai 3000-19000. Di Dalam Kebun Kita ada 2 tempat makan, 1.Kebun Kita (lebih ke eastern), 2.Feels Good (lebih ke western).
Dari jl. Pangrango kita beralih ke Taman Kencana yang pertama ada tempat namanya Agricafe, di Jl. Taman Kencana No. 03 Bogor16151Telp: 0251- 8944 870 atau 0251-8310438,yang jualan Iga bakar, Nasi Kalong, Sapi Goreng Lada Hitam, Gurame Goreng Eksotis, Nasi Bakar Sate Sapi, dan lain-lain. Makanannya Halal. Tempat nya sangat nyaman, berada di lokasi yang teduh, sangat cocok untuk istirahat dan nongkrong2. Disana juga tersedia jajanan khas Bogor seperti Toge Goreng "Mang Gebro", Laksa "Gang Aut", Kedai Surabi dan lain-lain. ada tempat namanya Waroeng Taman, di deket Taman Kencana, yang jualan all kind of food. Makanannya Halal.Waroeng Taman adalah tempat makan yang cocok untuk barengan ngumpul sam temen-temen. Menunya mulai dari nasi goreng, pisang bakar, ice capucinno, es jeruk dan lain-lain. Ada tempat namanya Warung Pak Ewok, di Jln. Salak sekitar taman kencana tepatnya diblakang Balai gedung LRPI. Yang jualan Makanannya umum kayak siomay, bakso yamin, mie ayam jamur,empek-empek sampai nasi timbel ada juga. Lumayan lengkap lah. Yang pazti harus nyobain Sop Buah nya.. enak bangetdan Seger banget. Semua itu bisa di cobain dengan harga yang lumayan.
Selain di kedua tempat itu ada juga ada tempat namanya DESA BUMBU, di 15 km dari perempatan Ciawi, setelah ketemu Kinasih di kiri jalan udah ga jauh lagi dari plangnya. Masuk sekitar 500m ke dalam. Ketemu deh tuh Desa Bumbu dengan view sawahnya . Yang dijual masakan Sunda dan Lainnya. Makanannya Halal. Semuanya fresh, ikan guramenya, lalapnya dan ada juga snack2 seperti combro, pisang goreng keju/coklat.Kita bisa duduk di restorannya, dan bisa juga di saung-saungnya yang langsung berhadapan dengan kolam ikan. jadi kalau kita bawa teman-teman bahkan keluarga kita juga bisa main di sawah n bisa mancing . Harganya sih relatif yah, ga terlalu mahal n ga juga murah. Mereka juga seringkali buat event menanam padi dan Outbound buat company bisa juga. Ada tempat namanya WAROENG BOGE, di Jl. Raya bojong gede seblum Stasiun KRL bojong gede (dari arah bogor sebelahh kiri) dekat kantor kelurahan Kedung waringin, yang dijual aneka masakan Indonesia, Jepang, Itali, Eropa dan makanannya Halal. Semoga tempat-tempat yang saya kasih tahu bisa menjadi alternatif buat kalian-kalian yang pengen banget kumpul-kumpul bareng teman lama, atau ingin suasana baru kalo lagi nongkrong. Selamat mancoba makanan, minuman dan semoga nyaman tempatnya yah. Semoga bermanfaat

BOOK IS A MIRACLE (lanjutan)

Akhirnya aku sampai di rumah dan melanjutkan cerita ku yang tadi. Ibu nina tidak suka dengan ridwan karena, dia orang kaya, karena dalam pemikirannya orang kaya itu pasti orang jahat (Padahal tidak semua orang kaya itu jahat). Setelah di marahin ibunya nina masuk kamar dan dia sangat sedih dengan semua kejadian tadi.
Keesokan harinya nina di jemput oleh ridwan untuk berangkat kuliah bareng kebetulan jadwal masuk hari ini nina dan ridwan sama. Ridwan di usir oleh ibu nina, dan nina pun membelanya
“ ngapain kamu deket-deket anak saya”
“deket-deket gmn bu kita, memang sudah pacaran”
“pasti kamu mau mempermainkan anak saya kan, udah ngaku aja”
“tidak, bu saya sayang banget sama nina. Saya, tidak mungkin menyakiti hatinya, mempermainkan hatinya”
“kamu yakin tidaka kan menyakiti hati anak saya”
“iya bu saya janji”
“baik, sekarang kamu boleh dekat dengan anak saya. Tapi, saya ga mau anak saya kenapa-kenapa hanya gara-gara kamu”
“iya bu saya janji tidak akan menyakiti nina saya akan jaga dia, terima kasih bu sudah merestui kami untuk pacaran, asslammualaikum”
“waalaikumsalam”
Akhirnya ridwan boleh berangkat bareng dengan nina untuk pergi ke kampus bersama. Mereka senang karena ibu nina bisa menyetujui kedekatan mereka.
“besok, saya mau ajak kamu ketemu dengan orang tua saya, kamu mau” tanya ridwan
“saya mau aja tapi, saya ijin dulu sama ibu”
“iya saya akan jemput kamu”
Akhirnya hari yang mereka tunggu itu tiba. Tapi, tiba-tiba ridwan sms dia bilang
*maaaf yah sayang aku ga bisa jemput kamu sekarang mungkin besok aku jemput kamu untuk ketemu sama kedua orang tua ku. Tapi, untuk hari ini ga bisa. Sekali lagi maaf ya sayang*
Nina yang sudah siap dengan dandanan yang cantik dan memakai bajunya yang paling bagus. Dia sangat kecewa dan dia kembali kekamar untuk membersihkan dandanannya dan engganti bajunya. Ibu nina memperhatikan nina dan ibunya bilang.
“kenapa, kamu tidak jadi berangkat”
“iya bu, hari ini ridwan tidak bisa jemput aku. Aku mau jalan sebentar keluar dulu ya bu untuk cari angin”
(Dengan tampang murungnya nina pergi keluar)
Aku yang ingin memesan kue kembali untuk acara bunda. Di saat perjalanan aku melihat anak penjual kue itu ku matikan motor ku dan aku menegurnya.
“hey”
Tapi anak itu tidak dengar aku memanggilnya. Letak anak itu diaa tas jembatan yang di bawahnya terdapat sungai. Aku penggil dia sekali lagi.
“hey”
Dan lagi.
“hey, kamu jangan bunuh diri, jangan loncat dari jembatan itu”
Aku langsung lari dan megang tangan anak itu.
“kamu jangan bunuh diri”
“siapa yang mau bunuh diri” jawabnya
“oh, aku kira... ini seperti cerita yang ku buat tadi, tadinya aku ingin buat cerita yang ada adegan bunuh dirinya tapi, ga jadi abis jadinya serem banget”
“cerita apa”
“belum tau judulnya c, ya tentang percitaan gitulah biasa lagi ada project besar”
“oh, kamu langganan ibu aku kan yang suka dateng pesan kue ibu ku “
“iya, kamu anak ibu penjual kue itukan, Oiya, kita belum kenalan”
“nama ku ‘NINA’ “ (kata- kata ini terdengar dari sudut dua orang yang sedang berhadapan dan saling bersalaman) (tampang heran dari kita berdua)
“NINA” (kita menyebutkan kembali nama masing-masing)
“ternyata nama kita sama ya” ( aku langsung memotong karena tampang orang ga pinter dari kita berdua keluar)
“iya nama kita sama, lucu juga ya”
“iya”
Aku baru sadar nama ku dan nama anak penjual ke itu ternyata sama yaitu ‘NINA’. Ya ampun ko bisa ya. (pasaran gini nama ku).
“aku minta maaf ya kemaren aku ga sengaja liat kalian bertengkar. Kamu dan ibu penjual kue itu”
“iya ga papa”
“ngapain kamu disini”
“lagi nenangin diri”
“menenangkan diri?”
“iya aku lagi kesel sama pacarku . dia tidak tepati janjinya”
“oh, cowok yang rambutnya keriting itu ya”
“iya”
“kalo boleh nanya namanya sapa ya?”
“ridwan”
Aku langsung teringat cerita yang ku buat itu kenapa jadi mirip semua keadaan yang ada di depan ku dengan cerita yang sedang ku buat.
“ kamu kenapa lewat jalan ini, kamu mau beli kue buatan ibu ku lagi”
“iya”
“ayo, aku anterin”
“iya, pake motor aku aja. Kamu aku bonceng”
“oh, iya kamu bawa motor, ya udah”
Kita langsung pergi dari jembatan yang tinggi itu dan pergi menuju toko kue ibu anak ini dan akhirnya dengan waktu perjalanan yang tidak cukup lama aku dan nina sampai.
“ kamu sudah pulang nak, ko bareng anak langganan ibu”
“iya bu tadi saya ketemu sama dia di jalan. Kebetulan tujuan kami sama”
“oh, terima kasih ya nak atas tumpangannya”
“sama-sama bu. Emm... saya mau pesen kue bu yang biasa”
“oh, iya tunggu sebentar ya nak saya kemas dulu kuenya”
“iya bu”
Aku duduk di bangku tunggu pesanan di tempat biasa. Nina pun menemaniku agar tidak bosan bila aku nunggu sendirian pasti aku akan bosan walaupun Cuma sebentar. Tidak tahu kenapa aku jadi cepet akrab dengan nina dia menceritakan semuanya waktu ibunya marah dengan ridwan sampai janji ridwan untuk pertemukan dia dengan orang tuanya batal.
Aku jadi semakin binggung semua yang diceritakan nina tidak asing bagiku karena, semua cerita itu mirip dengan cerita yang aku buat. Setelah ibu nina memberikan pasenanku pada ku dan aku langsung membayarnya dan pulang.
“ini kuenya nak”
“makasih bu ini uangnya”
“terima kasih”
“sama-sama bu, kalau begitu aku mau langsung pulang. assalammuaikum”
“waalaikum salam”
Setelah sampai rumah aku langsung menuju ke kamar mengecek kembali cerita ku yang sudah ku tulis. Ternyata semua cerita yang ku tulis ini benar-benar mirip sekali dengan cerita nina dan aku teringat ketika nina datang pertama kali ke rumah ku untuk mengantarkan kue. Aku menulis kejadian itu di cerita ku ketika hari jum’at jam 15.00 wib sore dan aku langsung keluar kamar untuk mencari kertas bil yang nina kasih pada bunda ku. Tapi, pas aku ke ruang tamu aku ketemu sama bi minah.
“bi, bibi liat ga kertas yang bukti pembayaran kue yang udah seminngu yang lalu”
“ kertas pembayaran kue non?”
“iya bi, liat ga. Yang waktu itu ada anak gadis mengantarkan kue”
“oh, yang itu non ada di dekat meja telepon”
“dekat meja telepon?”
“iya non, bibi naruh di dalam buku teleponnya(sambil senyum-senyum)”
“oh, makasih bi”
Aku langsung pergi ketempat yang dijuntukan sama bibi dan aku meobrak-abrik meja telepon yang aku cari pastinya kertas kecil berwarna putih. Tujuan pertama aku adalah buku telepon seperti apa kata bibi dia taruh kertas bil itu di dalam buku telepon
“ketemu” (nada tinggi)
dan benar saja kertas itu ada di dalamnya tidak, perlu aku mencarinya susah-susah. Hal yang pertama ku cek adaklah jam pengiriman jam tersebut.
“apa hari jum’at, jam 3 sore”(sambil teriak)
Yang benar saja padahal aku sama sekali tidak liat pada saat ku nulis cerita itu.
“mana mungkin” (sambil dan sambil teriak)
Aku semakin heran dengan semua ini rasanya ingin pingsan aja. Tapi, karena aku dari tadi teriak maka bunda dan bibi melihati aku heran. Seperti melihat orang lagi kesurupan.
“ada apa nina?” (bunda bertanya)
“tidak ada apa-apa ko bunda”
Dan aku langsung lari ke kamar sambil membawa kertas bil itu. Benar..benar saja semua yang ku takutkan semua ini terjadi. Cerita yang ku tulis itu terjadi pada nina dengan tidak sengaja , dan tidak ku buntuti nina lalu ku tulis ceritanya pada buku ini. Aku sangat bingung, aku rasa aku tidak bisa menyembunyikan ini sendirian.
Keesokan harinya di pagi hari disaatku kuliah aku langsung mencari sarah dan ku ceritakan semua kejadian ini padanya. Dan dia langsung terdiam tidak lama kemudian.
“apa ending yang akan kamu buat pada cerita ini”
“endingnya?”
“iya apa endingnya?”
“aku ingin endingnya tragis”
“apa?”
“memangnya kenapa?”
“ubah endingnya menjadi bahagia”
“tapi, sarah”
“nina, ini cerita yang bakalan di alami oleh seseorang dan orang- orang di sekitarnya. Kamu tega jika, ini akan berakhir tragis” (sarah langsung memotong pembicaraan ku)
Ke berfikir keras dengan keadaan yang seperti ini namun, kupikir sarah memang benar dan akhirnya aku menjawab.
“aku akan buat cerita ini menjadi bahagia, ku ubah cerita ini yang di mulai dari seseorang yang menulis cerita di buku”
“kamu memasukan cerita kamu nin?”
“iya, dan ini adalah cerita yang magic. Seperti yang di minta sapa bos ku”
“nah, ini baru cerita yang seru. Pasti banyak yang beli majalah kamu nin” (sambil senyum)
“amin.. makasih ya sahabat ku kamu memang ok banget deh” (sambil berpelukan)
Disaat jam kuliah selesai aku langsung melanjutkan cerita ku yang sempat tertunda.
Keesokan harinya ridwan bertemu dengan nina di kampus.
“maaf ya sayang kemarin bunda dan ayah lagi ada acara sama teman mereka dan aku tidak tau jadi, tidak jadi aku pertemukan kalian “
“oh, begitu. Aku kira orang tua kamu memeng tidak mengingin kan untuk detemu dengan ku “
“orang tua ku tidak begitu sayang”
“iya sekarang aku tau”(sambil senyum)
“gimana klo, hari sabtu malam minggu hari ini kamu aku ajak ke rumah ku untuk ketemu mereka. Kamu mau kan?”
“boleh”
“syukurlah(sambil tarik napas). Mereka pasti senang banget”
Nina tersenyum dan ridwan pun juga tersenyum.
“dandan yang cantik ya sayang. Nanti kamu aku jemput”
“iya”
Malam itu pun tiba malam yang di tunggu-tunggu oleh nina. Ridwan kali ini menempati janjinya dia benar menjemput nina dan meminta ijin dengan ibu nina.
“hati-hati ya. Jaga anak saya”
“ iya bu pasti (cium tangan). Assalammualaikum”
“waalaaikumsalam”
Ibu nina sekarang sudah benar menyetujui hubungan mereka. Setelah mereka tiba di rumah ridwan mereke, langsung di sambut oleh kedua adik ridwan.
“ini ka nina ya”
“iya”(sambil senyum)
“ka nina cantik. Pantesan aja ka ridwan suka”
Tidak tahu kenapa nina langsung akrab dengan adik-adik ridwan. Dan pada saat nina memasuki ruang tamu disanalah pertama kalinya nina bertemu dengan kedua orang tua ridwan.
“ini yang namanya nina?”
“iya bu”(sambil senyum dengan muka tegang)
“cantik ya pantas aja kamu suka ridwan” (sambil senyum)
“mama bisa aja” ridwan pun menjawab
Nina cium tangan ayah dan ibu ridwan. Mereka pun langsung makan malam. Nina diterima baik oleh keluarga ridwan. Memang kelurga ridwan tidak memikirkan bibit bobot dari calon yang di pilih oleh anaknya. Mereka pun langsung akrab satu sama lain. Nina sangat senang dengan semua ini. Akhinya kebahagiaan pun ada di pihaknya.
TAMAT
Akhinya dari pemikiran yang matang itu akhirnya ketemulah judul cerita judulnya yaitu “ Book Is a Miracle ” sebuah cerita yang ku buat ini adalah tetang bagaimana keajaiban-keajaiban yang mustahil datang hanya karena sebuah buku.
Kumulai cerita ini berawal dari perkenalan nina di mana di dalam buku ini nama ku yang ku pakai karena sosok yang memakai namaku itu adalah pemeran utama dan cerita ini sedikit ku ubah ku masukan semua pengalamanku yang ku alami.
Dua minggu waktu dan di berikan bos pun tiba aku berikan cerita yang ku buat padanya. Aku langsung menuju ruangannya setelah ku di panggil.
“permisi pak”
“hai nina bagaimana? Semuanya sudah beres?”
“beres pak”
“bagus”
“ini pak ceritanya”
Dua jam aku menunggu bos selesai membaca cerita yang telah ku buat itu. Tidak di sangka tiba-tiba bos berkata.
“ bagus sangat bagus cerita ini. Seperti yang saya harapkan. Terima kasih ya nina”
“ syukurlah pak (sambil hela napas). Sama- sama pak. Tapi, justru saya yang harus berterima kasih pada bapak. Bapak sudah memberi saya kepercayaan untuk proyek besar ini”
“sudahlah. Kamu memang gadis yang hebat semuda ini kamu sudah punya bakat yang luar biasa”
“ bapak bisa saja. Kalo begitu saya permisi dula ya pak”
“iya nanti gaji mu akan besar nina”
“terima kasih pak”
“semoga sesuai ya gaji yang saya berikan”
“oh iya pak saya rasa akan sesuai. Terima kasih pak. Permisi ”
Aku keluar dari ruangan itu aku sangat lega dengan semua ini, akhirnya proyek ku selesai juga aku sangat senang. Ku ceritakan semua ini pada nina termasuk majalah yang berisi cerpen ku itu laku pesat di pasaran padahal baru seminggu majalh itu keluar.
“kau hebat sahabat ku” kata sarah
“kamu juga sahabat ku yang hebat” aku menjawab
Di malam yang indah ini aku dan sarah menatap bintang dari atap rumah ku. Kebetulan atap ku ada yang sengaja di buat khusus untuk aku agar bisa menatap bintang. Tidak tau kenapa tiba-tiba aku berkata.
“ suatu saat nanti aku akan manjadi penulis yang hebat”
Aku dan sarah saling menengok dan tersenyum.

~~~||~~~




BOOK IS A MIRACLE

Book is a miracle
Nama aku nina, duduk di bangku kuliah semester 6 jurusan bahasa indonesia dan ngambil S1. Saat ini aku dapat pekerjaan yang bagus, banyak orang – orang yang bilang apabila kita kerja di sana gaji kita dalam sebulan bisa mencapai 8 juta. Benar-benar tak ku duga semua ini bagai mimpi aku bisa kerja di sana , walaupun aku baru masuk dan baru jalan sebulan yah minimal gaji ku 1 jutalah dalam sebulan. Cukuplah untuk anak kuliahan yang biayanya masih di tanggung orang tua.
Pagi itu aku dipanggil oleh bos ku untuk datang keruangannya. Takut dan deg deg jantung ku pun benar-benar ga bisa ku ilangi (yah klo ilang mati donk). Kata mereka yang udah berpengalaman apabila kita dipanggil bos pasti dapet project yang bagus dan gajinya juga bagus. Tapi, ku berfikir masa aku bisa dapet pekerjaan yang bagus padahal aku belum berpengalaman. Ga lama ku masuk ku langsung di suruh duduk di bangku
“ dia bilang apa keahlian mu untuk masuk perusahaan ini. ”
“ keahlian saya pak ”
“ iya keahlian kamu ”
“ keahlian saya menulis cerita pak, kebetulan saya kuliah di bidang bahasa indonesia pak ”
“ bagus ”
“ bagus pak ”
“ Saya tidak salah manggil kamu, saya yakin kamu bisa mengerjakan pekerjaan yang waktunya tidak banyak, karena bidang yang kamu ambil aja sudah menyakinkan saya untuk pilih kamu dalam pekerjaan yang terpilih ini ”
Aku benar-benara bingung dengan semua perkataan bos tapi, aku manguk-manguk aja biar di kira mengerti ucapan dia.
“ begini (dia melanjutkan)
Saya mau kamu nulis cerita yang bagus tentang magic, kira-kira kamu bisa? ”
“ magic pa ? ”
“ iya “
“bisa pak ( dengan tampang yakin, padahal ga yakin. Kepikiran ceritanya aja ga) “
“ ok. Saya kasih kamu waktu 2 minggu kamu bisa “
“dua minggu pak “
“iya, bisa.. ”
“bisa pak, terima kasih pak saya akan usahain pekerjaan saya bisa selesai tepat waktu. Permisi pak”
Keluar dari ruangan yang dateng deg deg kan dan keluarnya cemas tak terkira.
Teman-teman rekan kerja matanya langsung tertuju pada ku. Mereka bilang
“ wah... dapet project mahal nich . selamet yah...“
Aku cuma bisa senyum (terpaksa) dan mereka malah salaman (udah kayak lebaran cuma, beda kata-katanya)
Kalo lebaran : mohon maaf lahir dan batin yah..
Kalo sekarang : selamat yach... dapet project bagus .. pasti gajinya gede.. ntar, jangan lupa traktir-traktir yah.. . (gubrak)...
Aku duduk ditempat kerjaku berfikir cerita apa yang bisa aku jadikan project ini yang jelas tentang magic. Sempat kepikiran kaos kaki ajaib, pensil ajaib tapi itu semua udah ada filmnya di tayangin di tv (maklum pikiran masih buntu). Berfikir lagi dengan judul “Pacar ku hantu”. Wah jadi, horor gini makin ga jelas aja pikiran tetang judul yang aku buat dan aku mulai berhenti berpikir untuk hari ini tentang judul untuk project besar ku. Biar besok aja aku terusin mikirnya.tapi, malam ini aku malah ga bisa tidur mikirin judulnya . sampe-sampe aku ketiduran dan mimpiin kejadian apabila aku ga selesai dengan project ini dan aku di pecat. Oh... No....
Aku langsung terbangun dari tidurku itu dan aku dududk di meja blajarku memikirkan kembali dan menganbil sebuah buku untuk menulis ide-ide yang akan keluar nanti. Tapi, ketika ku melihat buku aku berfikir apa buku punya magic di suatu sisinya. Namun, judul pun masih belum ditemukan. “ Aku memulai ceritanya terlebih dahulu dari sebuah perkenalan nina dan ridwan mereka berkenalan di bis yang mereka tumpangi. Nina, memeng sering naik bis tapi, ridwan ini adalah pertama kalinya dia naik bis. Pas mereka duduk sebelahan di bis nina tidak sengaja melihat kartu tanda mahasiswa ridwan. Semua itu terlihat pada saat ridwan mmengambil uang di dompetnya.
“ kamu anak universitas internasional “
“ iya , memangnya ada apa?”
“saya juga kuliah di sana”
“oh, jurusan apa?”
“bisnis”
Hening
“oya, kita belum kenalan nama w ridwan”
“aku nina”
“berarti kita turun dari bis ini ke tempat yang sama donk”
“iya”
“syukurlah”
“loh, emangnya kenapa”
“nggak kenapa-kenapa kok”
“oh”
Akhirnya mereka turun dari bis itu dan mereka berpisah di depan gerbang kampus. Semenjak perkenalan itu ridwan jadi sering naik bis mereka menjadi semakin akrab.bahkan pulang kuliah pun mereka janjian untuk pulang bareng. Namun, bedanya ridwan pulang dari kuliah setelah sampai rumah dia langsung jalan bareng teman-temannya untuk nongkrong bareng ala orang kaya sedangkan, nina dia suka membantu ibunya untuk mengantarkan kue ke pelanggannya.
“nina, kamu sudah pulang”
“iya bu”
“tolong anterkan kue ini ke jln. Sriwijaya no. 50”
“Iya bu”
Teng Tong ... bel rumah ku berbunyi namun, saat ku liat jendela ada gadis manis . aku tidak tau dia ada keperluan apa. Kulihat dari jauh di salah satu sudut rumah ku. Gadis itu memberikan kadus ke bunda.
“ini bu pesenannya”
“oya, terima kasih ya”
“ini uangnya”
“ terima kasih bu”
Aku langsung menyamperin bunda ternyata itu pesenan bunda isinya kue bronies yang enak banget. Ini kue kesukaan ku. Tidak tau mengapa seperti ada kejadian aneh yang tidak asing untuk ku. Setelah itu aku pergi ke kamar untuk menerukan cerita yang tadi ku tulis.
Nina langsung mengantarkan pesenannya ke pelanggan kuenya. Kue bronies itu dia antarkan menggunakan motor biar pesenanya tidak lama sampai dipelanggan. Setelah sampai kue bronies lainnya nina langsung mengantarkan kue yang lain ke pelanggannya yang lain.
Keesokan harinya nina diajak ridwan untuk nonton film bioskop dan nina yang tadinya memikir kelamaan dengan tawaran ridwan dia akhirnya mau.banyak yang mereka bicarakan ketika mulai nge-date. Sampai pada akhirnya ridwan bilang kalau dia suka sama nina.
“aku.. hmm...”
“ada apa”
“sejak pertama aku liat kamu pertama kalinya di bis itu dan kita duduk sebelahan juga yang ga disangka-sangka kita satu universitas. Aku langsung terus-terusan naik bis itu karana, aku tertarik pada mu
. mau kah kamu menjadi kekasihku ”
“hmm... aku juga suka sama kamu”
“berati sekarang kita pacaran”
“iya kita pacaran”
Akhirnya misi terakhir ridwan dari nge-date mereka yang pertama berjalan mulus dan lancar. Ridwan mengantarkan nina pulang. Namun, setelah nina sudah sampai rumah dan ridwan sudah kembali untuk pulang ke rumahnya. Tiba-tiba
Aku yang sedang duduk tenang dengan temanku sarah di tempat langganan kue bunda ku. Aku melihat gadis manis itu diomelin oleh ibunya.
“kenapa, kamu bisa jalan sama dia”
“kita udah pacaran bu, ada apa?”
“kamu ga liat dia itu orang kaya dari pakaiannya aja ibu sudah tau dia orang kaya. Beda sama kita”
“dia orang baik bu”
“yah, baru kenal aja dia baik nanti-nati gmana apa dia tetap baik sama kamu”
“ridwan ga mungkin jahat sama aku bu”
“ibu ga setuju”
“tapi bu”
Suasana jadi hening kejadian itu terjadi di depan ku dan sarah. Untung saja hanya kita berdua yang ada di sana. Dan ibu penjual kue itu berkata pada kami.
“maaf, ya neng”
“oh,.. iya bu ga papa ko”
(senyum terpaksa)

BOOK IS A MIRACLE

Book is a miracle
Nama aku nina, duduk di bangku kuliah semester 6 jurusan bahasa indonesia dan ngambil S1. Saat ini aku dapat pekerjaan yang bagus, banyak orang – orang yang bilang apabila kita kerja di sana gaji kita dalam sebulan bisa mencapai 8 juta. Benar-benar tak ku duga semua ini bagai mimpi aku bisa kerja di sana , walaupun aku baru masuk dan baru jalan sebulan yah minimal gaji ku 1 jutalah dalam sebulan. Cukuplah untuk anak kuliahan yang biayanya masih di tanggung orang tua.
Pagi itu aku dipanggil oleh bos ku untuk datang keruangannya. Takut dan deg deg jantung ku pun benar-benar ga bisa ku ilangi (yah klo ilang mati donk). Kata mereka yang udah berpengalaman apabila kita dipanggil bos pasti dapet project yang bagus dan gajinya juga bagus. Tapi, ku berfikir masa aku bisa dapet pekerjaan yang bagus padahal aku belum berpengalaman. Ga lama ku masuk ku langsung di suruh duduk di bangku
“ dia bilang apa keahlian mu untuk masuk perusahaan ini. ”
“ keahlian saya pak ”
“ iya keahlian kamu ”
“ keahlian saya menulis cerita pak, kebetulan saya kuliah di bidang bahasa indonesia pak ”
“ bagus ”
“ bagus pak ”
“ Saya tidak salah manggil kamu, saya yakin kamu bisa mengerjakan pekerjaan yang waktunya tidak banyak, karena bidang yang kamu ambil aja sudah menyakinkan saya untuk pilih kamu dalam pekerjaan yang terpilih ini ”
Aku benar-benara bingung dengan semua perkataan bos tapi, aku manguk-manguk aja biar di kira mengerti ucapan dia.
“ begini (dia melanjutkan)
Saya mau kamu nulis cerita yang bagus tentang magic, kira-kira kamu bisa? ”
“ magic pa ? ”
“ iya “
“bisa pak ( dengan tampang yakin, padahal ga yakin. Kepikiran ceritanya aja ga) “
“ ok. Saya kasih kamu waktu 2 minggu kamu bisa “
“dua minggu pak “
“iya, bisa.. ”
“bisa pak, terima kasih pak saya akan usahain pekerjaan saya bisa selesai tepat waktu. Permisi pak”
Keluar dari ruangan yang dateng deg deg kan dan keluarnya cemas tak terkira.
Teman-teman rekan kerja matanya langsung tertuju pada ku. Mereka bilang
“ wah... dapet project mahal nich . selamet yah...“
Aku cuma bisa senyum (terpaksa) dan mereka malah salaman (udah kayak lebaran cuma, beda kata-katanya)
Kalo lebaran : mohon maaf lahir dan batin yah..
Kalo sekarang : selamat yach... dapet project bagus .. pasti gajinya gede.. ntar, jangan lupa traktir-traktir yah.. . (gubrak)...
Aku duduk ditempat kerjaku berfikir cerita apa yang bisa aku jadikan project ini yang jelas tentang magic. Sempat kepikiran kaos kaki ajaib, pensil ajaib tapi itu semua udah ada filmnya di tayangin di tv (maklum pikiran masih buntu). Berfikir lagi dengan judul “Pacar ku hantu”. Wah jadi, horor gini makin ga jelas aja pikiran tetang judul yang aku buat dan aku mulai berhenti berpikir untuk hari ini tentang judul untuk project besar ku. Biar besok aja aku terusin mikirnya.tapi, malam ini aku malah ga bisa tidur mikirin judulnya . sampe-sampe aku ketiduran dan mimpiin kejadian apabila aku ga selesai dengan project ini dan aku di pecat. Oh... No....
Aku langsung terbangun dari tidurku itu dan aku dududk di meja blajarku memikirkan kembali dan menganbil sebuah buku untuk menulis ide-ide yang akan keluar nanti. Tapi, ketika ku melihat buku aku berfikir apa buku punya magic di suatu sisinya. Namun, judul pun masih belum ditemukan. “ Aku memulai ceritanya terlebih dahulu dari sebuah perkenalan nina dan ridwan mereka berkenalan di bis yang mereka tumpangi. Nina, memeng sering naik bis tapi, ridwan ini adalah pertama kalinya dia naik bis. Pas mereka duduk sebelahan di bis nina tidak sengaja melihat kartu tanda mahasiswa ridwan. Semua itu terlihat pada saat ridwan mmengambil uang di dompetnya.
“ kamu anak universitas internasional “
“ iya , memangnya ada apa?”
“saya juga kuliah di sana”
“oh, jurusan apa?”
“bisnis”
Hening
“oya, kita belum kenalan nama w ridwan”
“aku nina”
“berarti kita turun dari bis ini ke tempat yang sama donk”
“iya”
“syukurlah”
“loh, emangnya kenapa”
“nggak kenapa-kenapa kok”
“oh”
Akhirnya mereka turun dari bis itu dan mereka berpisah di depan gerbang kampus. Semenjak perkenalan itu ridwan jadi sering naik bis mereka menjadi semakin akrab.bahkan pulang kuliah pun mereka janjian untuk pulang bareng. Namun, bedanya ridwan pulang dari kuliah setelah sampai rumah dia langsung jalan bareng teman-temannya untuk nongkrong bareng ala orang kaya sedangkan, nina dia suka membantu ibunya untuk mengantarkan kue ke pelanggannya.
“nina, kamu sudah pulang”
“iya bu”
“tolong anterkan kue ini ke jln. Sriwijaya no. 50”
“Iya bu”
Teng Tong ... bel rumah ku berbunyi namun, saat ku liat jendela ada gadis manis . aku tidak tau dia ada keperluan apa. Kulihat dari jauh di salah satu sudut rumah ku. Gadis itu memberikan kadus ke bunda.
“ini bu pesenannya”
“oya, terima kasih ya”
“ini uangnya”
“ terima kasih bu”
Aku langsung menyamperin bunda ternyata itu pesenan bunda isinya kue bronies yang enak banget. Ini kue kesukaan ku. Tidak tau mengapa seperti ada kejadian aneh yang tidak asing untuk ku. Setelah itu aku pergi ke kamar untuk menerukan cerita yang tadi ku tulis.
Nina langsung mengantarkan pesenannya ke pelanggan kuenya. Kue bronies itu dia antarkan menggunakan motor biar pesenanya tidak lama sampai dipelanggan. Setelah sampai kue bronies lainnya nina langsung mengantarkan kue yang lain ke pelanggannya yang lain.
Keesokan harinya nina diajak ridwan untuk nonton film bioskop dan nina yang tadinya memikir kelamaan dengan tawaran ridwan dia akhirnya mau.banyak yang mereka bicarakan ketika mulai nge-date. Sampai pada akhirnya ridwan bilang kalau dia suka sama nina.
“aku.. hmm...”
“ada apa”
“sejak pertama aku liat kamu pertama kalinya di bis itu dan kita duduk sebelahan juga yang ga disangka-sangka kita satu universitas. Aku langsung terus-terusan naik bis itu karana, aku tertarik pada mu
. mau kah kamu menjadi kekasihku ”
“hmm... aku juga suka sama kamu”
“berati sekarang kita pacaran”
“iya kita pacaran”
Akhirnya misi terakhir ridwan dari nge-date mereka yang pertama berjalan mulus dan lancar. Ridwan mengantarkan nina pulang. Namun, setelah nina sudah sampai rumah dan ridwan sudah kembali untuk pulang ke rumahnya. Tiba-tiba
Aku yang sedang duduk tenang dengan temanku sarah di tempat langganan kue bunda ku. Aku melihat gadis manis itu diomelin oleh ibunya.
“kenapa, kamu bisa jalan sama dia”
“kita udah pacaran bu, ada apa?”
“kamu ga liat dia itu orang kaya dari pakaiannya aja ibu sudah tau dia orang kaya. Beda sama kita”
“dia orang baik bu”
“yah, baru kenal aja dia baik nanti-nati gmana apa dia tetap baik sama kamu”
“ridwan ga mungkin jahat sama aku bu”
“ibu ga setuju”
“tapi bu”
Suasana jadi hening kejadian itu terjadi di depan ku dan sarah. Untung saja hanya kita berdua yang ada di sana. Dan ibu penjual kue itu berkata pada kami.
“maaf, ya neng”
“oh,.. iya bu ga papa ko”
(senyum terpaksa)