Jumat, 15 April 2011

Perjuangan Meraih Mimpi


Perjuangan Meraih Mimpi
Judul Buku : Sang Pemimpi
Pengarang : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang
Tahun Terbit : Cetakan Ketujuh belas, Maret 2008
Tebal Buku : 288 Halaman

Novel karya Andrea Hirata dengan tebal 288 halaman ini mengandung cerita yang sangat menarik. Cerita di dalamnya cukup membuat pembaca terpesona, isi cerita di novel nonfiksi ini menceritakan jalan hidup sang penulis serta saudara dan teman dimasa SMA untuk bisa menggapai mimpi agar bisa pergi ke perancis masuk ke Universitas Sorbonne. Novel lanjutan dari novel tetralogi laskar pelangi ini juga dibuat film oleh Riri Riza dan Mira Lesmana. Novel ini mampu membuat pembaca meras seperti terhanyut dalam kisah yang terdapat di dalam novel.
Kisah dalam Sang Pemimpi ini diawali dari kehidupan ikal, arai, jimbron yang dikejar- kejar oleh Pak Mustar . Akibat dari kesalahan yang mereka perbuat itu maka, ikal dan aray terpaksa masuk ke gudang peti es agar tidak tertangkap oleh pak mustar ini ide yang tak masuk akal dari arai dan telah dilakukan oleh mereka berdua. Arai dia adalah saudara dari ikal asal mula dia ada bersama ikal semenjak ikal dan ayahnya menjemput arai di suatu tempat dimana, arai tinggal sendirian anak tunggal dari orang tua yang masing – masing adalah anak tunggal . Disaat itulah seharusnya ikalah yang menghibur arai namun, justru yang terjadi adalah kebalikanya arai yang menghibur ikal karena, ikal terlihat sedih saat melihat keadaan yang di alami arai. Arai dan ikal mereka bersaudara dan bersahabat hingga tumbuh besar mereka bersama – sama berjuang untuk meraih mimpi untuk masuk ke universitas sorbonne dan perjalanan ini pun di masuki oleh adanya jimbron yang sangat menggemari kuda mereka berteman dan mencari jati diri dan mimpi yang diinginkan dengan dilewati kehidupan di SMA Bukan Main merekapun merantau di magai . Termasuk kisah arai yang jatuh cinta terhadap zaskia nurmala.
Gaya bahasa yang digunakan Andrea Hirata dianggap sebagai gaya yang baik dan sangat menarik, didalamnya selain menggunakan Bahasa Indonesia juga menggunakan Bahasa Melayu yang membuat para pembaca tampak sedikit kebingungan dan harus menerka apa maksud dari bahasa tersebut. Namun, arti didalam setiap Bahasa Melayu yang digunakan selalu terdapat dikalimat terbawah, sehingga setelah membaca pengertian dari Bahasa yang digunakan kita dapat mencerna kembali Bahasa Melayu yang tadinya sedikit kurang dimengerti.

Alur yang terdapat didalam Novel ini adalah Alur Campuran, namun lebih dominan menggunakan Alur Maju. Pengarang menggunakan sudut pandang orang Pertama, karena Penulis merupakan Toko Utama didalam cerita ini. Sehingga ceritanya membuat penasaran bagi para pembaca sehingga ingin cepat menyelesaikan membacanya. Novel ini banyak mengandung amanat yang bermanfaat bagi para pembacanya. Andrea Hirata mengajarkan kita agar tidak terlebih dahulu Putus Asa, jika ingin meraih mimpi yang diinginkan.
Cara pengarang menggambarkan tokoh – tokoh dalam cerita ini berlainan dengan cara yang biasa dipakai oleh Pengarang lainnya.
Tokoh ikal digambarkan sebagai anak yang baik, cerdas, dan mandiri. Tokoh arai digambarkan sebagai anak yang jenius punya ide – ide yang tak masuk akal, juga baik. Tokoh jimbrom seorang anak yang sangat mencintai kuda, polos dan baik. Tokoh Pak Balia digambarkan Cerdas , baik dan bijaksana. Tokoh Pak Mustar diceritakan galak, dan ditakuti oleh semua murid. Tokoh nurmala digambarkan cerdas, baik, dan feminin.

0 komentar:

Posting Komentar