Selasa, 23 Februari 2010

Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem ekonomi tradisional adalah sistem perekonomian yang dilakukan berdasarkan tradisi nenek moyang ,orientasinya hanya pada kebutuhan untuk makan, bukan pada peningkatan kesejahteraan. Sistem ekonomi tradisional adalah sistem ekonomi turun temurun, yang tiap keluarga berusaha untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Semua kegiatan ekonomi dilakukan berdasarkan tradisi, mulai dari konsumsi, produksi dan distribusi. Tingkat produktivitas masyarakat dalam sistem ekonomi tradisional rendah, sebab kegiatan perekonomian secara keseluruhan hanya berorientasi pada kebutuhan untuk makan dengan mempertahankan apa yang sudah ada daripada harus menemukan hal yang baru. Jelaslah, penerapan sistem ekonomi tradisional tak lepas dari nilai-nilai dan praktek sosial, kebudayaan, serta kebiasaan menentukan apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa dihasilkan.
Dalam sistem ekonomi tradisional, rumah tangga produksi dan rumah tangga konsumsi masih jadi satu.Pada sistem ini, rumah tangga produksi atau yang menghasilkan, sekaligus pula yang mengkonsumsi. Sistem pertukaran / barter belum berlaku luas dan barter hanya berlaku pada kelompok tertentu saja. Mereka tidak mempermasalahkan kelangkaan barang dan banyaknya kebutuhan manusia yang tak terbatas. Semua teknik produksi digunakan berdasarkan warisan dari nenek-moyangnya yaitu apa yang mereka terima dari pendahulu-pendahulunya. Seperti penggarapan lahan pertanian yang hanya menggunakan cangkul atau membajak dengan kerbau. Hal seperti ini masih banyak kita jumpai di indionesia. Pembagian kerja belum terbagi dikarenakan teknologi yang digunakan belum baik. Adanya pembagian kerja merupakan implikasi dari penggunaan keahlian teknologi. Mereka hanya mengandalkan lahan yang dimiliki nya untuk bertani ataupun berkebun dngan teknologi sederhana yang dimiliki. Dikarenakan pada kehidupannya yang masih tradisional , menyebabkan masyarakatnya sulit untuk menerima perubahan-perubahan dan pembaharuan. Akibatnya kehidupan tidak berubah sehingga inilah yang membuat masyarakat menjadi miskin.


Ciri-ciri dari sistem ekonomi tradisional adalah :
1. Teknik produksi dipelajari secara turun temurun dan bersifat sederhana.
2. Hanya sedikit menggunakan modal.
3. Pertukaran dilakukan dengan sistem barter (barang dengan barang).
4. Belum mengenal pembagian kerja.
5. Masih terikat tradisi.
6. Tanah sebagai tumpuan kegiatan produksi dan sumber kemakmuran.

Sisi positif ekonomi tradisional adalah sebagai berikut :
1. Tiap individu mempunyai keterkaitan yang kuat karena masih merasa satu keluarga.
2. Sikap gotong royang dalam memenuhi kebutuhan hidup.
3. Tidak terjadi perebutan dalam kegiatan ekonomi.

Sisi negatif ekonomi tradisional adalah sebagai berikut :
1. Pola pikir dan kehidupan masyarakat tidak berkembang.
2. Hasil produksi terbatas, karena teknologi yang di gunakan sederhana.
3. Tingkat kemakmuran rendah, karena hasil produksi hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan.
Contoh : sistem ekonomi pada Negara berkembang atau Negara yang mulai ditinggalkan

Sebuah ekonomi tradisional tidak memungkinkan untuk banyak pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sebagai perubahan yang sangat lambat dan sedikit mobilitas sosial. Ekonomi tradisional tidak mengambil keuntungan dari teknologi dan ada relatif sedikit promosi pengembangan intelektual dan ilmiah. Perekonomian tradisional memberikan beberapa insentif bagi pengusaha, sehingga membatasi pilihan bagi konsumen dan standar hidup yang lebih rendah. Karena, tidak dianjurkan untuk negara-negara yang lebih besar untuk melakukan hal itu karena tidak akan berhasil keluar. karena negara-negara yang lebih besar memiliki lebih banyak orang, bukan negara yang lebih kecil dengan lebih sedikit orang yang dapat diperintahkan. Seorang pengusaha (a loanword dari Perancis pertama diperkenalkan dan didefinisikan oleh ekonom Irlandia Richard Cantillon) adalah orang yang mengoperasikan sebuah perusahaan atau usaha baru dan menganggap beberapa akuntabilitas untuk risiko yang melekat.

Sumber :
• Buku ekonomi kurikulum 1994 (Piranti).
• Google.com.


Dalam sistem ekonomi tradisional kita sudah bisa pastikan bahwa cara dari sistem ini lebih kearah menjaga budaya tradisional suatu Negara dan juga dipercaya sepenuhnya oleh masyarakat. Karena disini, pemerintah tidak bertanggung sepenuhnya tugas pemerintah hanya terbatas memberikan perlindungan dalam bentuk pertahanan, dan menjaga ketertiban umum. Dengan kata lain kegiatan ekonomi yaitu masalah apa dan berapa, bagaimana dan untuk siapa barang diproduksi semuanya diatur oleh masyarakat. Pada umumnya, sistem perekonomian ini berlaku pada negara-negara yang belum maju, dan mulai ditinggalkan. Sehingga sudah sangat langka sistem ekonomi ini untuk di lihat di jaman sekarang ini.
Jika ini di terapkan di Negara Indonesia sudah bisa kita lihat Negara kita tidak akan maju. Ini semua bisa ditentukan dengan melihat kelebihan dan kekurangan yang sangat kurang baik bila ini di jadikan contoh. Dengan melihat sistem perekonomian Negara Indonesia sekarang saja sudah mulai menurun apalagi jika kita mengikuti sistem ekonomi tradisional. namun di beberapa daerah pelosok, seperti suku badui dalam, sistem ini masih digunakan dalam kehidupan sehari – hari.



1 komentar:

risky arnas mengatakan...

thanks dah membantu tugas

Poskan Komentar